Minggu, 31 Oktober 2010

PENERAPAN GAYA BERFIKIR ILMIAH


PENERAPAN GAYA BERFIKIR ILMIAH

            Penelitian didasarkan pada alasan. Peneliti yang baik memiliki pemikiran yang merefleksikan alasan yang tepat. Inti setiap kegiatan penelitian adalah memiliki perspektif tertentu. Perbedaan bidang dari penelitian membuat asumsi yang berbeda pula mengenai realita dan sifat data. Bagaimana orang melihat dunia mempengaruhi jenis pertanyaan yang akan ditanyakan dan apa yang dapat diterima sebagai penjelasan.

Gaya Berpikir
            Filosofi ilmu memberikan klasifikasi yang dapat membantu kita untuk mengidentifikasi sumber-sumber pengetahuan yang dianggap dapat menghasilkan sumber yang berkualitas. Metode ilmiah bukan satu-satunya dianggap sebagai sumber pengetahuan tetapi ada sumber pengetahuan yang lain.

            Empirisme dimulai dari observasi dan proposisi yang didasarkan pada pengalaman inderawi dan diambil dari pengalaman induktif termasuk matematika dan statistik. Empirisme merupakan suatu gaya berpikir yang mendeskripsikan, menjelaskan dan membuat prediksi berdasarkan informasi yang diperoleh melalui observasi. Buku metode riset ini dianggap menganut pemikiran empirisme karena berkaitan disain prosedur untuk mengumpulkan informasi faktual mengenai hubungan yang dihipotesiskan yang dapat digunakan untuk memutuskan apakah pemahaman mengenai sebuah masalah.
            Rasionalisme memiliki pemikiran bahwa sumber pengetahuan berasal dari alasan. Semua pengetahuan dianggap dapat diturunkan dari hukum atau kebenaran alam yang utama.
            Di samping itu sumber pengetahuan juga dapat berasal dari kepercayaan mistis tertentu yang dianggap sebagai opini yang belum diuji. Self-evident truth memberikan kontribusi sumber pengetahuan. Sifatnya subjektif dan berlaku pada situasi dan kondisi tertentu. Tidak bisa bersifat umum. Pemegang otoritas tertentu juga dianggap penting dalam memberikan sumbangannya pada pengetahuan. Pendekatan literatur tertentu misalnya studi kasus juga banyak digunakan dalam ilmu sosial untuk mendapatkan pengetahuan. Gaya postulasi digunakan untuk menggunakan teorema tertentu yang menunjukkan bentuk logis. Tujuannya adalah menurunkan model matematika yang menjelaskan suatu fenomena tertentu. Metode terakhir adalah metode ilmiah. Beberapa esensi dari metode ilmiah adalah 1) observasi langsung, 2) variabel, metode dan prosedur yang jelas, 3) hipotesis yang diuji secara empiris, 4) kemampuan untuk menghindari atau menyingkirkan hipotesis tandingan, 5) simpulan berdasarkan statistik dan 6) proses perbaikan.

Proses Berpikir: Reasoning
            Ada dua cara untuk menyampaikan pemikiran yaitu melalui exposition dan argument. Exposition terdiri dari pernyataan yang mendeskripsikan tanpa berusaha menjelaskan. Argument terdiri dari pernyataan untuk menjelaskan, bertahan, menantang dan menggali arti. Dua bentuk argumen adalah deduksi dan induksi. Kombinasi antara deduktif dan induktif dinamakan double movement of reflective thought. 

Sikap Ilmiah
            Keinginan tahu yang terus menerus dan tetap berusaha untuk memahami.

Konsep
            Untuk memahami dan mengkomunikasiakan informasi mengenai objek dan peristiwa, harus ada suatu dasar yang berkaitan dengan hal tersebut. Konsep merupakan suatu kumpulan arti yang diterima secara umum atau karakteristik yang dikaitkan dengan beberapa peristiwa, objek, kondisi, situasi dan perilaku. Sumber-sumber konsep bisa berasal dari pengalaman seseorang. Beberapa konsep bersifat unik terhadap budaya tertentu. Konsep bisa dipinjam dari ilmu lain misalnya ilmu pemasaran meminjam dari ilmu alam mengenai konsep gravitasi yang berkaitan dengan penjelasan mengapa orang membeli di mana membeli.  Konsep dianggap penting karena merupakan dasar pemikiran dan komunikasi setiap hari. Dalam penelitian, konsep digunakan untuk mendisain hipotesis. Kita menggunakan konsep pengukuran untuk menguji pernyataan hipotesis. Kita mengumpulkan data dengan menggunakan konsep pengukuran. Konsep yang dideskripsikan mewakili suatu level abstraksi yang progresif sehingga konsep memiliki atau tidak memiliki referen objektif.

Konstruk
            Konstruk merupakan citra atau ide yang secara khusus dibentuk atau dibuat untuk suatu penelitian tertentu dan atau tujuan pembentukan teori. Konstruk didefinisikan sebagai konsep yang abstrak.

Definisi
            Ada dua tipe definisi. Definisi kamus dan definisi operasional. Definisi kamus merupakan sebuah konsep yang didefinisikan dengan sebuah sinonim. Definisi operasional merupakan definisi yang dinyatakan dalam pengujian spesifik atau kriteria pengukuran. Apakah objek yang didefinisikan adalah fisik atau abstrak, definisi harus menspesifikasi karakteristik dan bagaimana mereka diobservasi. Spesifikasi dan prosedur harus jelas sehingga orang lain dapat menggunakan untuk mengklasifikasi objek dengan cara yang sama. Problem definisi operasional khususnya sulit ketika berkaitan dengan konstruk. Konstruk memiliki referen empiris yang sedikit di mana harus mengkonfirmasi definisi operasional yang seharusnya diukur.


Teori
            Teori adalah sejumlah konsep, definisi dan proposisi yang saling berkaitan secara sistematis dan bertujuan untuk menjelaskan dan memprediksi fenomena. Perbedaan antara teori dan hipotesis terletak pada tingkat kompleksitas dan abstraksi. Secara umum, teori bersifat kompleks, abstrak dan melibatkan banyak variabel. Hipotesis cenderung simpel, proporsisi variabel bersifat terbatas. Teori berguna untuk 1) menspesifikasi fakta yang akan dipelajari, 2) menyarankan pendekatan penelitian apa yang digunakan untuk menghasilkan arti yang terbaik, 3) menyarankan sebuah sistem untuk peneliti pada data agar dapat diklasifikasi pada cara yang lebih berarti, 4) meringkas apa yang diketahui mengenai objek studi dan 5) teori dapat digunakan untuk memprediksi fakta yang akan dipelajari.
Teori memberikan kerangka bagaimana kita melihat dan memikirkan sebuah topik. Teori memberikan sebuah konsep, asumsi dasar dan membawa kita pada pertanyaan penting, dan teori tidak bersifat tetap selamanya dan terbuka untuk direvisi.

Fakta versus theory
Ada pertentangan antara fakta dan teori. Suatu studi dilakukan dari teori atau fakta menjadi perdebatan terus-menerus.


Direction of Approach
Level of Reality
Formal or Substantive
Form of Explanation
Degree of Abstract
Theoretical Framework
Inductive
Deductive
Micro
Macro
Substantive
Formal
Interpretive
Causa
Structural
Empircal generalization

Middle range

Framework
Symbolic interaction

Exchange

Structural functional

Conflict


Pendekatan
Induktif. Suatu studi dimulai dari observasi atau fakta. Teoritisasi dimulai dari sedikit asumsi. Teori berkembang dari ground karena peneliti mengumpulkan dan menganalisis data. Teori muncul secara perlahan, konsep per konsep, proporsisi per proporsisi pada area spesifik.
Deduktif. Suatu studi dimulai dari hubungan yang logis antar konsep. Peneliti melakukan penelitian empiris dengan menguji teori. Peneliti memiliki keyakinan beberapa pernyataan dalam teori adalah benar tetapi peneliti harus menguji. Peneliti mungkin memodifikasi atau menolak teori.

Level teori
  • Micro level theory. Teori ini berkaitan dengan tingkat yang lebih sederhana baik pemilihan waktu, tempat dan jumlah partisipan.
  • Macro level theory. Teori ini berkaitan dengan yang lebih besar seperti institusi sosial, sistem budaya dan masyarakat keseluruhan.
  • Meso level theory. Teori ini bertujuan untuk menghubungkan level mikro dan makro. Teori-teori mengenai organisasi, social movement dan communities berada pada level ini.

Formal atau Substantive
  • Formal theory dikembangkan untuk konsep yang luas dalam general theory misalnya deviance, socialization, power.
  • Substantive theory dikembangkan untuk area yang lebih spesifik misalnya secondary classroom, race relations.

Bentuk eksplanasi (causal explanation, structural explanation, interpretive explanation)
Explanation. Tujuan utama teori adalah menjelaskan. Ada dua istilah dalam explanation yaitu 1) theoretical explanation: merupakan argumen logis yang bisa menjelaskan mengapa sesuatu terjadi; 2) ordinary explanation: bertujuan untuk membuat sesuatu menjadi lebih jelas.  Prediction. Tujuan teori bisa menjelaskan sesuatu yang akan terjadi. Prediction lebih mudah dilakukan daripada explanation. Causal Explanation. Studi ini mengidentifikasi hubungan-hubungan penting  yang dapat menjelaskan variabel dependen. Ada tiga cara untuk membentuk kausalitas:
    • Temporal order. Penyebab harus ada terlebih dahulu dari akibat tetapi pada kondisi tertentu hubungan bisa bersifat resiprokal.
    • Association. Dua fenomena bisa berkaitan jika mereka terjadi bersamaan. Asosiasi berbeda dengan korelasi. Asosiasi berkaitan dengan suatu ide sedangkan korelasi berkaitan dengan ukuran statistik. Jika peneliti tidak menemukan asosiasi maka causal relationship tidak terjadi.
    • Elimination of plausible alternatives. Peneliti memastikan bahwa hanya variabel x yang benar-benar mempengaruhi variabel y, sehingga hubungan antara dua variabel tidak merupakan spurious relationship.
Structural explanation. Peneliti menggunakan asumsi dan hubungan yang saling berhubungan. Salah satu tipe structural explanation adalah network theory yaitu menjelaskan sesuatu dengan merujuk pada bentuk yang lebih luas. Studi ini menunjukkan bagaimana sesuatu merupakan bagian dari bentuk yang lebih besar. Structural explanation juga digunakan dalam functional theory. Functional theory menjelaskan peristiwa dengan menempatkannya pada sistem yang lebih luas. Masyarakat bergerak melalui berbagai tahapan dari yang sederhana ke tahap yang lebih kompleks. Interpretive explanation. Studi ini berusaha memahami suatu event dalam konteks sosial yang lebih spesifik.

Model
Model merupakan representasi sistem yang disusun untuk mempelajari sistem secara keseluruhan.  Model dapat digunakan untuk tujuan teoretis dan terapan. Ada beberapa bentuk model 1) descriptive models-mendeskripsikan perilaku elemen dalam sistem di mana teori tidak memadai atau tidak ada, 2) explicative models-memperluas aplikasi teori yang sudah dikembangkan dengan baik, 3) simulation models-mengklarifikasi hubungan struktural konsep dan berusaha untuk mengungkap hubungan proses di antaranya.

1 komentar:

  1. konsep bagus ketika di aktualisasikan dalam bentuk nyata mb.....

    BalasHapus